web site hit counter Sastrawiguna » bloggaul.com
     
    HOME BLOG
   
  Sastrawiguna
http://sastrawiguna.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Drop Box
 
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 07:51 WIB - Diari


Sharing lagi ah dengan bloggers.....

Sekarang kan lagi musim pencalonan dimana-mana, baik itu calon Anggota Legislatif, Calon Bupati, Walikota atau Gubernur dan mungkin sebentar lagi calon Presiden juga.

Aku pengen cerita tentang CALEG neh.
Dari berita yang kuketahui, bahwa tanggal 19 Agustus adalah dead line pendaftaran calon anggota legislatif.
Jujur berita itu kurang menarik perhatianku, meskipun ada beberapa surat undangan yang masuk dari sekretariat partai untuk mengikuti rapat pengurus .Dan rapat itu tidak aku hadiri, karena alasan belum sehat bener. Sudah empat kali berturut-turut aku tidak ikut rapat.
Eh..ya..dua tiga bulan sebelumnya isue tentang siapa-siapa saja yang yang bakal dicalonkan jadi CALEG sech sudah berhembus.

Aku malahan lebih tertarik melanjutkan pembuatan novelku, sharing di blog, menulis puisi dan merasakan jatuh cinta...waakkkkk...boong deh...
Sekedar untuk diketahui saja, aku adalah pengurus salah satu partaii yang membidangi masalah komunikasi (partai gede loh...hihihihi...)

Sehari kemudian tanggal 20 pagi-pagi, rumahku kedatangan salah seorang pengurus juga yang mengabarkan bahwa namaku sudah didaftarkan ke KPU menjadi salah satu calon legislatif ,...kiamaaaaaattt..kufikir...bener-bener kiamat..
Aku tanya koq bisa mendaftarkan tanpa minta persetujuanku dahulu..?
Dengan seribu bacotan dia meyakinkanku, karena itu sudah menjadi keputusan rapat harian tanggal sekian, sudah sesuai dengan plat form, AD ART, bla..bla..bla..
Kunyuk teh...gak ngomong dulu...!!!

Menurut info dari dia juga bahwa aku menjadi calon dari wilayah III untuk daerah pemilihan meliputi 6 kecamatan di Garut Utara, dengan nomor urut 2...wekekekekekk...teloooo...kansnya gede juga ceh...hhuaziiiiihh...

Lah intinya, partai sudah mendaftarkan namaku ke KPU.
Segera aku diminta menyelesaikan segala persyaratan administrasi termasuk di dalamnya mengeluarkan biaya general chek up sebesar 850 ribu, huh...gratis atuh euy...!!
Apabila sampai dengan batas akhir yakni tgl 24 September 2008, belum juga menyelesaikan persyaratan, maka namaku dicoret dari KPU.
CORET aja....aku maki dalam hati...!!
Emang enak jadi CALEG..? Yang enak itu jadi ANGGOTA LEGISLATIF ..huwahahaha....gak deh becanda...

Perlu waktu beberapa hari untuk memutuskan ya dan tidak.
Maju gak...maju gak..maju gak....????
Aku diskusi dengan anak-anak, mamah, papah, adik-adik, mereka sepakat mengatakan ..MAJUUUUUUUU..!!
Aku mencoba bertanya pada hati nurani, dan jawabannya, sampai saat ini masih berada diantara keduanya.
Jujur aku masih punya sesuatu yang ingin kucapai, masih ada idealisme yang tertinggal di ujung sana dan aku harus meraihnya...ya harus.
Memang sich menjadi wakil rakyat, bukan jembatan satu-satunya untuk sampai ke arah sana.
Inikah peluangku untuk meraihnya..?
Aku raba lagi hatiku, ragu..
Ragu adalah pekerjaan syetan.


Ada konsekuensi logis yang mesti kupertaruhkan andai aku maju dalam pertarungan ini...
Yupe bagaimanapun, buatku ini adalah sebuah pertarungan, dbila aku putuskan maju, berarti aku harus siap duel dengan "siapapun" dan melawan "apapun"juga.
Iyyhhhhhh..koq jadi ngeri euy pas nulis kata di dalam tanda petik...hiiiiiyyy....

Bloggers,
Mau gak memberi masukan buatku untuk meyakinkanku agar aku tidak salah langkah dan salah mengambil keputusan..?
Aku butuh masukan dan pemikiran semuanya...please help me...

Luve U All...
Muwaaaaaaachhh...


Disarankan: 0
  Komentar: 9 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



Rabu, 27 Agustus 2008 @ 09:39 WIB - Diari


Semenjak kaki ini berpijak pada bumi, aku diperkenalkan Tuhan pada tiga lelaki, yang padanya cinta ini kutaburkan. Di hati mereka ke”gilaanku” kusemaikan
Inilah mencintai, dicintai lalu akhirnya bergeser seinci saja menjadi sirna?

Lelaki pertama itu mengabarkan suka, menebarkan aroma-aroma bunga. Lalu disimpannya benih hingga berkali aku meregang nyawa, untuk sebuah takdir yang sudah tertulis di tanganku
Lalu sembilas belas musimpun berganti, lelaki itu memperkenalkanku pada seorang wanita yang kubayangkan berwajah lembut, seperti bunga.
Perih.
Karena ternyata ia lebih memilih perempuan itu. Aku cemburu. Bagaimana mungkin perempuan sepertiku mampu memberikan yang terbaik bagi lelaki yang kutahu merindukan perempuan sebagai tempat untuk pulang. Aku tidak siap menjadi rumah bagi laki-laki. Kuyakinkan bahwa benar-benar ia akan melupakanku, meski kutahu ia tak akan mencintai perempuan itu melebihi cintanya padaku.
Maka kukatakan : “ Pergilah, berpikir saja tentang dirimu sendiri, sementara tetap saja aku perempuan yang ingin melewati musim dengan seribu mimpi “

Untuk terakhir kalinya, pagi itu, aku menyerah pada pelukannya yang hangat. Sekali itu saja. Kami tak pernah berjumpa kembali dalam cinta. Aku tersedu, bukan karena ada benih yang meringkuk dalam tempat yang paling hangat, namun aku harus kehilangan kesempatan .
Ya, kesempatan emas sudah lewat.

Kemudian ada lelaki kedua.
Ah...dia mendua juga. Empat tahun lamanya aku bersamanya.
Mengais cinta melankolika. Aku amat cinta padanya, tak terhingga.
Lelaki itu, matanya seperti elang, sering mengirimiku puisi.
Tapi bagaimana mungkin menerjemahkannya sebagai bunga bila ia membisikkan nama perempuan yang mematahkan perasaanku.
Ia melukaiku.
Ia merontokkan sendi-sendi tulangku hingga...plassssss...! Hatiku berkeping-keping, cintaku luluh lantah.
Kukatakan sekali itu dan untuk terakhir kalinya : “ Pergilah, bawalah dirimu, aku lebih berarti dan lebih menjadi manusia, saat sendiri “
Pagi itu, kuberikan pelukan paling hangat buatnya, lelaki kedua, didadanya pernah kusimpan cinta teramat indah.

Lelaki ketiga.
Sulit untuk mengurai kata tentangnya. Karena ia hanya menemaniku di arasynya, dari jarak yang tak terpetakan. Bersitatap dengannya dalam bait-bait puisi yang tak pernah usai. Mengejawantahkan rasa yang tak pernah bisa kueja dengan kata-kata, sajak, puisi, prosa, cerpen, semua tak pernah usai.
Bersijingkat ia masuk lewat koma, tanya, seru, tapi tak juga mencapai titik.
Aku tidak tahu, lewat spasi mana dia masuk. Kapan, akupun tak tahu.
Yang pasti matanya tak pernah terhenti menusuki.
Aku berada pada dioramanya.Menggapai-gapai tanganku lelah menggapai.
Tak terjangkau.
Aku mencintainya dalam kubangan luka, duka , nyeri, perih dan mungkin sampai TITIK.



Disarankan: 0
  Komentar: 9 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



Selasa, 26 Agustus 2008 @ 09:18 WIB - Diari


Haikal akhirnya datang juga malam tadi !
Siapa Haikal...?
Ia sahabatku, hampir sepuluh tahun ia masih tetap menjadi sahabatku.
Tak ada yang berubah, begitupun ketika kami masing-masing memilih jalan sendiri-sendiri untuk menjadi single parrent.
Kami masih menjadi sepasang sahabat dengan kekuatan pertemanan yang kadang sulit difahami. Mungkin hanya kami yang bisa mengerti dan saling memahami.

Sudah empat tahun lamanya kami tidak bertemu. Dan memang dari dahulu juga kami tidak selalu bisa bersama-sama dalam satu tempat. Namun Haikal selalu saja serasa ada di sini, di dada ini. Betapa tidak, dimanapun ia berada, selalu ada kabar yag tersiar, selalu ada cerita yang tergambar. Entah itu lewat dering telepon, atau lewat email, atau lewat daun jambu yang berguguran diterbangkan angin, Haikal selalu ada.

Jauh dari tempat yang tak terpetakan, Haikal datang membawa suasana hatiku riang seperti rinai burung di pagi hari. Aku menyambutnya gembira, seperti Agam menerima hadiah sebuah sepeda beberapa hari yang lalu.

“ Kal, apa yang membawamu sampai di tempat ini ? “, tanyaku.
Haikal memelukku, eraaaat sekali. Dadaku sampai sesak, karena badannya tinggi besar. Beberapa detik aku masih dalam dekapan ia, tangannya yang besar mengusap usap rambutku. Aku terhisak di dadanya yang bidang. Selalu saja begitu, keharuan membuncah, mengalirkan beningnya air mata.

“ Hatiku yang membawanya kemari, aku kangen bau tubuhmu, aku juga rindu keegoisanmu, aku rindu perdebatan seru, aku rindu matamu yang nakal, aku rindu semuanya, semuanya “, cerocosnya membuat aku tertawa.
Kulepaskan pelukannya. Lalu Haikal memapahku. Ah...Haikal tahu tubuh ringkihku sudah tidak sekuat dulu lagi.

Malam kian larut, ceritapun masih berlanjut.
“ Amoy-dia menyebutku demikian , kuatkan hatimu , begitu banyak orang yang sayang padamu. Demi orang yang menyayangimu dan Moy sayangi, Moy harus kuat, lawan semuanya dengan kekuatanmu, kuat ya Moy “

“ Aku gak kuat Kal, aku sendirian, aku kesakitan, aku kesepian, aku....”
Haikal kembali memelukku, eraaaaat sekali. Aku berlindung di dadanya yang bidang. Kurasakan degupnya yang teratur, dag...dug...dag..dug....
“ Moy tidak sendiri, ada aku ada Flo, ada anak-anak, bukankah semuanya menemanimu selama ini ? “
“ Moy masih ingat teman kita Aliep yang meninggal sebulan yang lalu, tanpa sakit parah. Masih ingat kang Undang, sampai sekarang masih hidup, padahal dokter sudah memvonis, usianya hanya akan bertahan sampai tahun 2006 “, katanya.
Kalau sudah begini, aku tak sanggup berkata lagi.

Obrolanku sampai malam belum juga terhenti. Haikal membuatkan makanan kesukaanku, scotle kentang dengan keju dan daging cincang. Ya, tengah malam di dapur berisik, ada suara piring, gelas, sendok, garpu saling beradu.
Ada tawa riang, ada wajah sendu, semuanya berpadu......

Tak terasa waktu terus bergulir, aku dan Haikal masih menghabiskan waktu.
Bercerita, bercanda, tertawa dan menangis bersama.
Sampai saatnya mataku tak sanggup lagi untuk kubuka, masih terdengar suara Haikal membacakan doa, Bismika Allahuma Ahya Wabismika Aamuut, jempol tangannya mengusap-usap alisku bergantian kiri-kanan hingga akhirnya aku terlelap.

Subuh aku terjaga, saat suara adzan berkumandang. Mataku masih berat namun kupaksakan untuk kubuka. Dan Haikal ?? Dimana dia tidur semalaman ? Aku menggapainya, tak ada.
Haikal, dimana dia ?
Tanganku menggapai-gapai, mataku masih setengah tertutup saat kutemukan telepon genggamku masih di tempat yang sama.
Ada pesan masuk.
Haikal
“ Insya Allah aku terbang besok, sampai di bandara jam 20.15 WIB, tunggu aku di rumah empat jam kemudian “
Pengirim:
Haikal
+6141534***
Dikirim:
02:41:10
26/08/2008

Lalu, Haikal.....yang semalam itu..??

*************


Disarankan: 0
  Komentar: 12 (Lihat) | Beri Komentar    Recommen | Print



S E L A N J U T N Y A »



 

website

Free shoutbox @ ShoutMix

bunda okky

------------------------------------------------- ------------------------------------------------- ------------------------------------------------- Photobucket

Koesplator
 
    » Profile
    » Buku Tamu
;; jadi caleg .....^_^ ???!!!;;
" hanya ada tiga laki-laki "
;: semalam bersama haikal ;;
;: aaaaaaiiiiiiihhh, menang lagi buuukk ...!!! ;:
" sepasang mata duka di raudhah "
Arsip Blog 
CARI BLOG:
Ragam Raihan
harry_zoe
Three Colours
Email
haerulsohib
khoiri_se
lovemeblue
g3kfi
riu_aj
Total: 1477 
ochep return
Risa Rahmawati
biSot area
KOPITOZIE
aku hanya bisa meleng...
pilih maju terus ? sa...
didukung 100% deh ......
gak bisa komentar apa...
oks ... bunda .. didu...
 

Berapa pasangan anda saat ini ?

satu
dua
tiga
empat

Lihat Hasil

 
Created on:
Sabtu, 22 September 2007 @ 20:59 WIB
 
   
 
Drop Box
Yang diberikan Tuhan ....
Proviciat! HEBAT!
Lomba Cerpen 2008 ; deg-deg an!
Blogger bukan hacker
drawing result: uefa cham...
kepercayaan
5 manfaat olahraga bagi o...
olahraga & 3n
pohon tua dipinggir jalan...